
Direktur PT President Furniture, yang juga Ketua Bidang Pemasaran E-Commerce DPP HIMKI, Ponco Suhirno
JEPARA (Tilongkabilanews.id)- Seorang pengusaha muda asal Jepara, Jawa Tengah, Ponco Suhirno tidak mengira dirinya bakal memiliki usaha yang bergerak di industri pembuatan mebel dan kerajinan. Padahal profesi sebelumnya adalah sebagai Web Development, yaitu ahli dalam pembuatan website. Sementara pengetahuan di bidang bisnis dan pembuatan produk mebel didapatkan ketika bekerja di industri pembuatan mebel di daerahnya. Namun di tengah keasyikan bekerja dia harus berhenti, karena perusahaan tempat sumber nafkahnya itu tutup.
Sementara kebutuhan hidup sehari-harinya tidak bisa diajak kompromi. Artinya Ponco harus tetap berjuang agar kebutuhan hidup dirinya beserta keluarganya tetap terpenuhi seperti semula, yaitu tidak kekurangan apapun.
Berhenti kerja di industri mebel, karena perusahaanya tutup, sehingga semua karyawan termasuk dirinya di PHK. Kondisi seperti ini menjadi titik awal bagi Ponco untuk bangkit merintis bisnis bersama rekannya untuk mendirikan perusahaan yang bergerak di industri pembuatan mebel. Bermodalkan semangat, pengalaman kerja dan modal usaha seadanya, mereka berdua memberanikan untuk mencoba memulai menekuni bisnis pembuatan mebel dengan nama PT President Furnture.
Dalam menjalankan bisnis mebelnya itu, dia sedikit beruntung memiliki keahlian lain yaitu di bidangg yang ada keterkaitan dengan penggunaan internet. Keahlian sebagai web development tersebut sangat memudahkan bagi Ponco dalam melakukan promosi terhadap produk mebel yang dibuat perusahaanya.

Ini salah satu produk outdoor furniture yang dibuat PT President Furniture
‘’Dalam kegiatan promosi dan penjualan produk mebel yang dibuat President Furniture itu, kami memanfaatkan platform e-commers dari salah satu perusahaan ternama di dunia, yaitu Alibaba. Dengan memnfaatkan fasilitas e-commerce yang tersedia di Alibaba itu respon pengunjjung e-commerce sangat luar biasa, sehingga produk mebel buatan President Furniture cukup dikenal, akhirnya para pembeli pun berdatangan memberikan order kepada kami. Dengan memanfaatkan teknologi informatika ini, PT Presiden Furniture kebanjiran order,’’’ujar Direktur PT President Furniture, Ponco Suhirno , Minggu (28/7/2024).
Adapun keberadaan platform e-commerce Alibaba, kata Ponco masih belum dilirik atau dimanfaatkan banyak orang. Hal ini tentu menjadi kesempatan baik bagi dia untuk berjualan produk mebel yang dibuat PT President Furniture. Buktinya sejak memanfaatkan platform e-commerce Alibaba tersebut, pada tahun 2005 hingga 2007, PT Prsident Furniture kebanjiran order.
Setelah sukses berjualan dengan memanfaatkan plaforom e-commerce Alibaba tersebut, Ponco yang memiliki keahlian dalam pembuatan website, seiring waktu merasa perlu untuk mengoptimalkan websitenya secara organik. Dampak yang dilakukannya mengoptimalisasi website sebagai sarana pomosi dan penjualan, maka order atau pesanan untuk dibuatkan berbagai produk mebel silih berdatangan, sehingga order pun mengalami peningkatan yang luar biasa.
Guna mengejar target, karena banyaknya order tersebut, Ponco merekrut para pengrajin mebel di sekitar Jepara untuk diajak kerjasama menyelesaikan pembuatan mebel sesuai pesanan dari konsumen. Langkah yang ditempuhnya ternyata tidak selamanya menggembirakan, yaitu adanya komplain dari costumer terkait produk yang dipesannya tidak sesuai harapan mereka.
Terjadinya komplain itu, menurut Ponco, kemungkinan akibat kurang pengawasan yang dia lakukan, karena begitu banyaknya order yang mesti segera diselesaikan tepat waktu. Berdasakan pengalaman seperti itu, Ponco pun mengambil sikap dengan berat hati untuk tidak melanjutkan kerjasama lagi dengan para pengrajin mebel. Sementara order dari pembeli pun dikerjakan sendiri, sehingga pihak pembeli merasa puas atas kualitas maupun desain produk buatan PT President Furniture.
‘’Dengan dikerjakan sendiri, kami bisa lebih puas dalam membuat produk mebel, baik dari desain maupun kontnruksinya, sehingga produk yang dibuat itu benar-benar berkualitas. Dalam proses pembuatan produk mebel tersebut, kami melakukan pengawasan secara optimal, sehingga produk akhir yang kami hasilkan itu benar-benar baik dan tidak mengecewakan pembeli,’’ujar pria yang sekarang ini dipercaya sebagai Ketua Bidang Pemasaran E-Commerce DPP HIMKI.
Berkat jaminan kualitas tersebut, mebel buatan PT President Furnitur tetap eksis di pasar mancanegara, diterima dan disukai konsumen di negara Eropa, Amerika, Afrika, dan beberapa negara di Asia.
Kondisi saat ini memang kurang kondusif, sehingga volume ekspornya berkurang, tapi ungkap Ponco, penghasilan yang didapat ternyata lebih besar sekarang ketimbang dahulu, karena berkurangnya komplain dari pembeli di luar negeri. Terkait tidak adanya komplain itu menunjukkan pembeli merasa puas terhadap kualitas produk mebel yang dibuat PT Presiden Furnuture.
Untuk menjamin kualitas produk mebel yang dibuatnya, pihak perusahaan sangat ketat dalam pemilihan bahan baku kayu. Bahan baku kayu yang digunakan saat ini mayoritas menggunakan kayu jati. Sementara kayu karet dan mahoni sesuai permintaan dari pembeli.
Bisnis industri mebel yang dilakukan PT President Furniture itu ternyata tidak selamanya menggembirakan, yaitu ketika produknya dikomplain pembeli. Selanjutkan di saaat terjadinya Covid 19, perusahaan mebel di daerah pejuang wanita RA Kartini itu memiliki pengalaman yang tidak menyenangakan, yaitu ketika order banyak, perusahaan itu merasa kesulitan saat pengiriman ke negara tujuan ekpor, karena harga sewa kontainer melonjak cukup mahal, Akibatnya barang tidak bisa terkirim, sehingga produk tersebut menumpuk di gudang.
‘‘Untungnya produk yang menumpuk itu bersifat produk mebel umum dan bisa dijual kembali, Akhirnya stok barang itu perlahan-lahan berkurang,’’ ucap dia.
Nama perusahaannya diberi nama President Furniture karena kata itu, tutur Ponco mudah diingat oleh semua orang atau pembeli. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap meningkatnya order dari pembeli.
Di akhir percakapan, Ponco menyampaikan saran untuk pelaku industri mebel dan kerajinan, baik yang besar, UKM maupun yang baru merintis usaha agar ketat dalam mengelola manajemen kuangan. Karena pembukuan atau pencatatan keuangan itu harus dilakukan secara ketat. Selain itu, jika mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan produk jangan buru-buru untuk menikmatinya, tetapi sedikit bersabar untuk menahannya. Uang tersebut bisa digunakan untuk pengembangan usaha jika nanti ada penambahan order yang lebih besar dari order sebelumnya.. (Lili)