
Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama pengurus HIMKI dan pihak Dyandra Promosindo meluncurkan diselenggarakannya pameran IFEX (Indonesia International Furniture Expo). Peluncuran IFEX 2026 itu sendiri dilakukan di Auditorium Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (21/5/205).
JAKARTA(Tilongkabilanews.id)- HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia bersama Dyandra Promosindo.bakal menggelar event pameran furnitur dan kerajinan taraf internasioal yang dikenal IFEX (Indonesia International Furniture Expo) pada Maret 2026 mendatang. Penyelenggaraan IFEX tahun depan tersebut mendapat dukungan dari Menteri Perdagangan, Budi Santoso yang akrab dipanggil Mendag Busan. Dukungan tersebut disampaikan Mendag Busan saat dilakukannya peluncuran IFEX 2026 di Auditorium Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (21/5/205).
‘’Saya mendukung penyelenggaraan pameran IFEX 2025 yang diadakan HIMKI bersama Dyandra Promosindo. Karena IFEX ini merupakan ajang pameran furnitur dan kerajinan terbesar di Asia Tenggara yang dapat mendatangkan devisa bagi negara,’’ujar Mendag Busan.
Mendag Busan mengatakan lebih lanjut, peluncuran penyelenggaraan pameran IFEX 2026 ini dalam situasi yang sangat menentukan.Dimana dunia berubah cepat, dan industri mebel Indonesia berada di persimpangan penting.
‘’Kita berharap kantor perwakilan perdagangan kita di luar negeri bisa mensosialisasikan terkait akan digelarnya IFEX pada Maret 2026 mendatang. Tujuannya agar para calon buyer di luar negeri mengetahui adanya kegiatan IFEX di Indonesia pada tahun depan,’’kata Mendag Busan.
Sementara Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur menjelaskan, IFEX 2026 bukan sekadar pameran, tapi simbol transformasi ekspor Indonesia.
‘’ Kami menjawab tantangan terkait ancaman tarif tinngi dari pemerintah Amerika Serikat terhadap produk kayu dan mebel Indonesia dengan strategi konkret: membuka akses ke pasar beberapa negara. Diantaranya akses pasar Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika Timur, Eropa Timur, dan Amerika Latin. Sementara di beberapa negara seperti Kazakhstan, Kenya, dan Uni Emirat Arab, HIMKI telah memulai misi dagang dan buyer-matching yang menjanjikan,’’beber Abdul Sobur.
Sobur menambahkan,\ancaman tarif tinggi dari pemerintah Amerika Serikat terhadap produk kayu dan mebel Indonesia sudah masuk tahap preliminary determination . Bahkan berdasarkan Pasal 232 kebijakan yang baru dari Presiden Donald Trump ini berpotensi menggerus lebih dari 53% pangsa ekspor Indonesia.
‘’Kami di HIMKI tidak tinggal diam dalam menghadapi ancaman tarif tinggi dari Pemerintah AS. Dalam menghadapi ancaman itu, kami strategi konkret mengakses pasar ke beberapa negara. Selain itu juga kami memperkuat pendekatan digital,’’ujar Sobur.
Sobur mengungkapkan, HIMKI bersama mitra strategis tengah menjajaki integrasi produk UKM ke platform e-commerce B2B global seperti Alibaba, Faire, dan Archiproducts. Tujuannya agar furnitur Indonesia bisa menjangkau dunia dari sentra-sentra produksi kecil sekalipun.
Tentu saja menurut Sobur, semua ini membutuhkan ekosistem yang mendukung. Untuk itu, HIMKI telah mengajukan rekomendasi deregulasi terhadap SVLK dan V-Legal bagi industri hilir.
‘’Kami tidak menolak keberlanjutan, tapi kami menolak beban administratif yang tidak proporsional. Karena industri mebel dan kerajinan adalah padat karya , yaitu sebagai penopang ekonomi rakyat, bukan perusak hutan.’’tegas Sobur.
Perkenalkan Pavilion Green & Design
Pada kesempatan itu, Sobur menyampaikan, pada pelaksanaan IFEX 2026 nanti, HIMKI akan memperkenalkan Pavilion Green & Design sebagai etalase produk inovatif berbasis keberlanjutan.
Tujuan dikenalkannya Pavilion Green & Design sebagai etalase produk inovatif berbasis keberlanjutan, karena HIMKI ingin menunjukkan bahwa kriya Indonesia mampu menjadi kekuatan desain global yang selaras dengan prinsip ESG.
‘’Saya mengajak semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan mitra logistik serta pembiayaan untuk berkolaborasi menyukseskan IFEX 2026. Mari kita wujudkan ekspor non-migas yang kuat, terdiversifikasi, dan berkelanjutan,’’imbuh Sobur.
Menurut Sobur, bagi HIMKI, bangkit dari krisis bukan pilihan, melainkan keharusan. Karena itu IFEX 2026 adalah momentum kebangkitan bersama.
Inovasi dalam Penyelenggaraan IFEX 2026
Dengan perluasan area pameran hingga 85.000 meter persegi, IFEX 2026 akan menghadirkan kapasitas yang lebih besar untuk menampung peserta dari seluruh Indonesia. Perluasan ini tidak hanya memberi ruang fisik, tetapi juga menjadi simbol dari kesiapan industri mebel dan kerajinan nasional untuk tumbuh lebih besar dan menjangkau lebih jauh.
Fasilitas-fasilitas unggulan seperti Free Shuttle Bus dan program Hosted Buyers, yang selama ini menjadi nilai tambah IFEX, akan tetap tersedia dengan peningkatan kualitas layanan. Hosted Buyers dari berbagai negara akan kembali hadir untuk menjajaki peluang kerja sama langsung dengan produsen mebel Indonesia, menciptakan transaksi bisnis yang nyata dan berjangka panjang.
‘’ Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta, dari pelaku usaha besar hingga UMKM, dapat merasakan manfaat konkret dari keikutsertaan mereka. IFEX bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk diakses, dijangkau, dan ditindaklanjuti,’ tegas Sobur.
Dia menambahkan, untuk menyukseskan penyelenggaraan IFEX 2026 tersebut, HIMKI memperkuat kerja sama strategis dengan jaringan perdagangan luar negeri, termasuk Atase Perdagangan (ATDAG) dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), yang menjadi ujung tombak promosi dan penghubung dengan para buyer potensial di negara tujuan ekspor.
‘’Upaya ini difokuskan pada penetrasi pasar melalui pendekatan budaya, preferensi lokal, dan keunikan desain yang ditawarkan oleh produk-produk Indonesia. Peningkatan kualitas promosi juga akan dilakukan melalui kampanye digital, program media partnership, serta aktivasi di berbagai ajang internasional, termasuk pameran dagang di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Afrika.,’’pungas Sobur. (Lili)