Pelaku Ekspor Indonesia Diharapkan Tingkatkan Volume dan Nilai Ekspor ke Timor Leste

 Ekonomi

 

 

Direktur Pengembangan Pasar Dan Informasi Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Marolop Nainggolan dan Bupati Belu, Agustinus Taolin sedang mengunjungi salah satu stand peserta Atambua International Expo 2023.

BELU(Tilongkabilanews.id)— Pelaku ekspor Indonesia diharapkan semakin meningkatkan volume dan nilai ekspor ke negara tetangga, yaitu Timo Leste. Selain itu, pelaku ekspor tersebut juga agar  meningkatkan daya saingnya, sekaligus semakin memahami peraturan ekspor yang ada di Indonesia dan di Timor Leste sebagai negara tujuan ekspor.

‘’ Dalam menghadapi persaingan, pelaku ekspor Indonesia diharapkan dapat membangun sarana produksi dan pergudangan di sekitar perbatasan untuk memperkuat daya saing ekspor,’’ujar Direktur Pengembangan Pasar Dan Informasi Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Marolop Nainggolan pada kegiatan Atambua International Expo 2023 yang  dilaksanakan di Marketing Point Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain    Motaain di Belu, NTT pada Selasa (25/7/2023).

Lanjut Marolop, saat ini negara-negara pesaing Indonesia seperti Tiongkok, Thailand, dan Vietnam semakin agresif dalam melakukan penetrasi pasar ke Timor Leste. Karena itu,  perlu upaya bersama dalam meningkatkan penetrasi pasar Timur Leste.

‘’Untuk itu diharapkan pelaku usaha dapat membangun sarana produksi maupun pergudangan di sekitar perbatasan agar daya saing produk Indonesia semakin tinggi. Beberapa waktu terakhir, produk Tiongkok, Thailand, dan Vietnam cukup masif memasuki pasar Timor Leste,’’kata dia.

 Adapun Indonesia saat ini, ucap Marolop menempati urutan teratas sebagai negara pemasok utama ke Timor Leste. Posisi selanjutnya, ditempati Tiongkok, Taiwan, Singapura, Malaysia, Australia, India, Vietnam, Amerika Serikat, dan Hong Kong.

Marolop mengabarkan ekspor nonmigas Indonesia ke Timor Leste pada periode Januari-Mei 2023 mencapai USD 134,38 juta atau meningkat sebesar 23,72 persen dibandingkan periode yang sama 2022 yang senilai USD 108,61 juta. Adapun ekspor produk utama Indonesia ke Timor Leste adalah minyak kelapa sawit dan fraksinya, makanan olahan, sepeda motor, semen, tepung terigu dan meslin, persediaan makanan, mesin kendaraan bermotor, serta besi dan baja.

Pada 2022, total ekspor nonmigas Indonesia ke Timor Leste mencapai USD 292,61 juta atau tercatat meningkat sebesar 18,9 persen dibandingkan 2021 yaitu sebesar USD 246,09 juta. Selama 5 tahun terakhir (2018–2022), ekspor Indonesia ke pasar Timor Leste juga tercatat mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 11,41 persen per tahun

Marolop menambahkan, pada pameran Atambua Internasional Expo 2023 ini, Kemendag juga membuka klinik konsultasi Inaexport sebagai layanan informasi pasar, promosi, dan peluang ekspor.

Pameran Atambua International 2023 ini dirangkai dengan kegiatan pelepasan ekspor produk pertanian senilai USD 30 ribu dan pertemuan bisnis (business gathering) antara pelaku usaha Indonesia dan Timur Leste.

Adapun untuk pelepasan ekspor lanjut Marolop, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama ekspor Perusahaan Daerah Belu Bhakti dengan perusahaan Timur Leste Vauvaire Unipesoal Lda dengan total transaksi mencapai USD 100 ribu.

Pelepasan ekspor merupakan buah dari pertemuan bisnis yang telah dilakukan sebanyak enam kali sejak akhir tahun lalu. Selain pelepasan ekspor, pameran dirangkai dengan kegiatan pertemuan bisnis yang diikuti 90 peserta. Pada pertemuan ini dilakukan presentasi produk dari 8 pelaku usaha dari Indonesia dan 2 pelaku usaha asal Timor Leste.

Sementara  Bupati Belu Agustinus Taolin mengatakan, Kabupaten Belu menyambut baik upaya penetrasi pasar ekspor ke Timor Leste dengan memanfaatkan potensi yang ada di Kabupaten Belu melalui pintu PLBN Motaain. “Kami mengapresiasi kolaborasi Kemendag bersama instansi terkait lainnya, terutama dengan memanfaatkan potensi yang ada di Kabupaten Belu agar bisa ekspor ke negara tetangga, Timor Leste melalui ajang Atambua International Expo 2023,” imbuh Agustinus.

Di tempat berbeda,Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi mengungkapkan, kawasan perbatasan menjadi salah satu pintu utama dalam melakukan penetrasi pasar ekspor negara tetangga.

“Pameran ini menjadi salah satu upaya penguatan ekspor di kawasan perbatasan Indonesia dan Timur Leste. Sebagai bagian ASEAN, Timur Leste menjadi mitra penting Indonesia dalam memperkenalkan produk Indonesia, khususnya produk NTT,” ucap Didi. (Lili)

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Comments are closed.