Dirjen Industri Agro Katakan Penerapan Transformasi Digital Pada Industri Mamin Begitu Penting

 Ekonomi

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Peridustrian Putu Juli Ardika  (tengah) bersama Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman (kanan) dan Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia, Martin Setiawan (kiri) berbincang usai menjadi   panelis pada acara diskusi Schneider Electric bertajuk “Transformasi Industri Mamin yang Pintar & Sustainable dalam Memperkuat Ketahanan Pangan dari Krisis Global”

JAKARTA (Tilongkabilanews. Id) – Kementerian Perindustrian menilai penerapan transformasi digital pada sektor industri makanan dan minuman (Mamin) begitu penting. Penerapan transformasi digital itu diperlukan untuk mendorong peningkatan daya saing dan produk!vitas sektor industri Mamin itu sendiri.

” ‘Dierapkannya transformasi digital ini agar industri mamin nasional mampu berkompe!si di !ngkat global dengan mendorong penerapan teknologi industri 4.0 di sektor tersebut, baik pada tahapan produksi, distribusi, hingga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) industri, ” ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika dalam keterangan pers Jumat (17/2/2023).

Lanjut Putu Juli, pemanfaatan teknologi industri 4.0 pada industri mamin bertujuan untuk memacu produk!vitas secara lebih e#sien dan berkualitas sehingga meningkatkan daya saing industri.

“Dalam hal percepatan transformasi digital, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyediakan fasilitas yang mencakup pelaksanaan self-assessment INDI 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dengan target 800 perusahaan pada tahun 2022 dan 2023, dan dilanjutkan dengan bimbingan teknis transformasi industri 4.0 bagi manager dan engineer, serta penerapan industri 4.0 secara bertahap,” kata in, Putu Juli.

Putu menyampaikan, kalau Kemenperin telah melakukan penunjukan lighthouse implementasi industri 4.0, bimbingan teknis transformasi industri 4.0 untuk sebanyak 455 SDM industri mamin, serta memfasilitasi kemitraan antara 800 SDM koperasi susu dengan industri pengolahan susu.

Selanjutnya, melakukan penerapan neraca komoditas terkait mamin melalui Sistem Nasional Neraca Komoditas (SNANK), pilong kemitraan dan digitalisasi di industri pengolahan susu, pembangunan pusat inovasi dan pengembangan SDM industri 4.0, serta penyediaan insen!f seper! super deducon tax untuk investasi yang ditujukan bagi inovasi teknologi, peningkatan kegiatan riset, dan penguatan kapasitas SDM industri.

Putu menambahkan, transformasi digital pada industri mamin diharapkan turut mampu mendukung keberlanjutan industri atau sustainability dan industri hijau yang saat ini sedang menjadi tren dunia.

Upaya tersebut juga untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan dan mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup, serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perusahaan industri sudah menyadari akan pen!ngnya industri 4.0 dan mulai melakukan transformasi agar menjadi lebih efisien . Perusahaan industri mamin juga telah berupaya melakukan efisiensi energi dengan memperbarui teknologi yang lebih hemat energi, manajemen energi yang lebih baik, serta penggunaan energi terbarukan seper! solar panel dan biomassa untuk bahan bakar boiler,” lanjut Putu.. (Lili)

 

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Comments are closed.