
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memberikan sambutan pada Launching SMAN 8 Gorontalo sekaligus peluncuran aplikasi Elektronik Guru Tenaga Kependidikan (E – GTK) dan aplikasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online 2022 di Aula SMA Negeri 1 Gorontalo, selasa (10/5/2022). (Foto : Salman)
GORONTALO(Tilongkabilanews.id) Pembentukan Sekolah Menengah Atas Negeri(SMAN) 8 Gorontalo telah diresmikan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Selasa (10/5/2022). Peresmian pembentukan SMAN 8 tersebut sekaligus dirangkaian dengan peluncuran aplikasi Elektronik Guru Tenaga Kependidikan (E – GTK) dan aplikasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online 2022.
Rusli menjelaskan alasan tujuan pembentukan SMAN 8 Gorontalo ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengakomodir arus peserta didik baru dari wilayah timur Kota Gorontalo hingga Kecamatan Kabila Bone.
‘’Meningkatkan mutu pendidikan merupakan salah satu program unggulan pemerintah,’’ucap Rusli.
Rusli mengatakan, Walikota Gorontalo, Marten Taha pernah bilang bahwa Kota Gorontalo juga Kota Pendidikan. SMAN 1 Gorontalo ini SMA pertama di Provinsi Gorontalo, rata – rata banyak yang pintar lulus dari sekolah tersebut dan jadi pejabat semua.
‘’Tapi saya beruntung, saya bukan lulusan SMAN 1 hanya lulusan SMA Tri Dharma, tapi Alhamdulillah jadi gubernur,” celetuk Rusli.
Pada kesempatan itu Rusli bercerita, ketika saat dia menjabat sebagai Bupati Gorontalo Utara, telah banyak berupaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan seperti menaikan gaji GTK dan memberikan pendidikan gratis. Namun hal tersebut tidak menjamin kualitas pendidikan yang dipengaruhi oleh banyak indikator baik kualitas guru dan lingkungan sekolah.
“Di luar negeri sekarang anak – anaknya dididik mulai dari bayi, anak – anak, hingga dewasa. Kalau di kita tidak, anak masuk SD sekolah favorit juara, begitu masuk SMP tidak juara lagi. Ini tidak menjamin kualitas pendidikan dan di sekolah favorit anak selalu dapat ranking bagus,” imbuh Rusli.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Wahyudin Katili mengatakan tujuan diluncurkannya aplikasi E – GTK untuk mengatasi kendala luasnya jangkauan SMA/SMK dalam hal data guru dan tenaga kependidikan.
Dengan aplikasi yang diinisiasi oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Siti Maria Lahidjun sebagai proyek perubahan, data basenya akan lebih terbentuk dan valid.
“Biasanya para kepala sekolah hanya dengan pertimbangan sisi kemanusiaan memberikan rekomendasi di sekolah, yang bersangkutan bisa diterima untuk menjadi guru dengan adanya jam – jam sekian. Padahal jam ngajarnya itu tidak ada. Begitupun sebaliknya ada yang bilang sudah tidak ada jam mengajar, padahal masih ada. Insya Allah dengan adanya aplikasi E – GTK ini akan jadi lebih baik karena pernyataan terkait dengan jumlah pengajar, berapa honornya, dan berapa jumlah jam mengajarnya itu sudah bisa melakukan perhitungan secara digital,” jelas Wahyudin.
Wahyudin menambahkan,untuk aplikasi PPDB online sendiri juga sudah diperbaharui agar lebih transparan dan diharapkan bisa memenuhi harapan semua masyarakat.
Adapun peserta didik yang akan diterima di SMA 8 melalui PPDB online yaitu sebanyak 144 orang dan kegiatan belajar mengajarnya masih menempati di kawasan gedung SMA 1 Kota Gorontalo, sembari menunggu pembangunan gedung sekolah.(Viona).