
Gubernur Rusli didampingi Danrem 133 NWB, Kapolres Limboto, Kabinda Gorontalo, Bupati Gorontalo saat meninjau langsung serbuan vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Binda Gorontalo bekerjasama dengan pemda setempat, bertempat di Lapangan Bolihuangga, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (23/12/2021). Foto – Salman
KABGOR (Tilongkabilanews.id)- Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengapresiasi keberhasilan kegiatan vaksinasi di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) khususnya Kecamatan Limboto telah mencapai 75 persen. Terkait keberhasilan tersebut, mantan Bupati Gorontalo Utara (Gorut) ini berharap jika vaksin dosis I sudah melampaui target, maka dosis II pun harusnya sudah bisa dicapai.
“Ingat bapak ibu sekalian vaksin I dan II tidak bisa lewat dari 30 hari, kalau sudah lewat itu sudah tidak ada artinya. Limboto tadi kata pak Camat sudah 75 persen dosis I, terimakasih saya ucapkan, tapi ingat dosis II harus digenjot,” imbau Rusli saat meninjau langsung serbuan vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Binda Gorontalo bekerjasama dengan pemda setempat, bertempat di Lapangan Bolihuangga, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (23/12/2021).
Rusli menyatakan keberhasilan ini sebagai bentuk dari kekompakan semua pihak. Saat ini vaksinasi di Gorontalo ada yang sudah mencapai 75 persen sesuai target pemerintah di daerah. Namun masih ada juga yang belum, ini yang harus digenjot.
“Hasil evaluasi rapat kemarin di provinsi Gorontalo sudah naik vaksinnya. Kita juga patut bersyukur bahwa Gorontalo sudah keluar dari zona merah . Artinya penyebaran covid di Gorontalo sudah terkendali. Ini berkat siapa? berkat kita semua dan partisipasi dari rakyat. Apapun yang presiden katakan, gubernur, bupati katakan jika tidak di dukung oleh masyarakat itu sia -sia semua. Jadi untuk partisipasi masyarakat kami beri aplaus dulu,” tambahnya
Pada kesempatan itu Rusli pun tidak lupa menghimbau agar masyarakat agar terus patuh akan Prokes. Terlebih saat ini varian Omicron telah terdeteksi di Indonesia yang diketahui penyebarannya tiga kali lebih cepat dari varian delta.
“Kita khawatirkan sekarang ada gelombang ketiga setelah covid-19 masuk delta dan sekarang sudah masuk Omicron itu virus baru lagi. Kalau kita tidak mau kena virus itu jawabannya harus divaksin dan prokes,” tandasnya.(ASMONI).