
Foto bersama Penjagub Hamka Hendra Noer bersama 12 peserta terbaik Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I pada acara penutupan pelatihan yang berlangsung di BPSDM, Senin (27/6/2022). Dalam kesempatan itu pula Hamka menghadiahkan karyanya berupa Buku dengan judul Ketidaknetralan Birokrasi Indonesia kepada peserta terbaik. (Foto – Salman)
BONEBOL(Tilongkabilanews.id) –Pendidikan dan latihan kepemimpinan administrator bagi aparatur sangat penting untuk memproduksi birokrasi yang profesional dan kompeten. Karena itu pelatihan tersebut harus dilakukan di semua tingkatan secara regular agak tidak ada jarak kepemimpinan di tubuh birokrasi
‘’Saya ingatkan kepada peserta PKA (Pelatihan Kepemimpinan Administrator) terbaik untuk menjaga jarak dari politisasi birokrasi. Terlebih saat ini sedang dalam masa transisi politik pemilu 2024,’’ujar Penjabat Gubebernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer pada penuturpan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 1, di kantor BPSDM, Senin (27/6/2022).
Menurut Hamka, birokrasi harus profesional dan akuntabel. Dalam artian, birokrasi harus menjaga jarak dengan politisasi ASN. Maksudnya jadilah birokrasi profesional yang tunduk dan patuh pada peraturan yang ada.
‘’Jika kita on the track insyaallah bapak ibu sekalian bisa jadi pemimpin selanjutnya di Provinsi Gorontalo,” imbuhnya.
Penjagub Hamka berpesan kepada Sekda untuk tidak memutasi 35 pejabat administrator yang mengikuti PKA. Karena mereka bertanggungjawab terhadap aksi perubahan yang sudah dirancang dan harus selesai sesuai dengan target yang ada.
Pada kegiatan penutupan pelatihan tersebut, Penjagub Hamka memberikan hadiah bukunya berjudul Ketidaknetralan Birokrasi Indonesia kepada 12peserta terbaik pelatihan tersebut.
“Tolong dibaca buku saya. Nanti kasih comment pak, karena ini disertasi saya dan ini lulus sangat memuaskan. Di Gramedia banyak yang cari sudah habis. Minta dicetak lagi, saya bilang cukup. Ini saya beri gratis,” ucap Hamka.
12 peserta terbaik PKA angkatan I diurut berdasarkan abjad yakni Abdul Wahid Lahay, Ferdi Adam, Lyla Ramziah Laya, Nalienly G.F Rawung, Richie Z Abdullah dan Sitti M. Lahidjun. Berikutnya ada nama Sitti Sabariah Machmud, Syahruddin Porindo, Sofyan Tambipi, Yolanda Rahman, Yuliana Rivai dan Zakia M. Baserewan.(Azis).