
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Gorontalo,Nelson Pomalingo didampingi Sekretaris DPW PPP Provinsi Gorontalo, Sarwan La Duhu pada rapat persiapan dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) PPP ke 50. Rapat persiapan itu sendiri diadakan di rumah kediamannya,Nelson di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Senin (2/1/2023).
GORONTALO(Tilongkabilanews.id)- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Gorontalo,Nelson Pomalingo mengatakan peringatan hari lahir (Harlah) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke 50 yang jatuh pada 5 Januari 2023 kali ini merupakan “Starting Point’” bagi partai berlambang Ka’bah menuju kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Nelson Pomalingo pada rapat persiapan memperingati hari jadi terbentuknya PPP ke 50 tahun, di rumah kediamannya Nelson di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Senin,(2/1/2023).
‘’ Pada usia emasnya, PPP telah melalui sebuah proses perjalanan yang cukup panjang dan dinamis dengan berbagai tantangan dan suka-duka yang menyelimutinya,’’tutur Nelson yang juga saat ini sebagai Bupati Gorontalo.
Diungkapkan mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) PPP ini merupakan salah satu partai politik di Indonesia yang tidak hanya berpengalaman dalam merawat nasionalisme dan kebangsaan Indonesia, tapi juga telah berkiprah dan berkontribusi dalam mengawal proses dan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Bupati Gorontalo dua priode ini, jika merujuk pada sejarah kelahirannya, PPP sejak awal berdirinya partai tersebut merupakan “Rumah Besar Umat Islam” yang tetap eksis ditengah munculnya belasan hingga puluhan partai di era reformasi.
‘’Hal itu terjadi, karena PPP sejak kelahirannya 50 tahun lalu, merupakan hasil fusi atau gabungan dari partai-partai Islam, diantaranya yakni Partai Nahdhatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam atau Perti,’’ jelas Nelson.
Tidak heran pula tambah Nelson, jika nama-nama besar dan tokoh-tokoh ulama terkemuka Indonesia berada dibalik lahirnya partai ini. Sebutlah misalnya, KH Idham Chalid yang menjabat Ketua Umum PB NU era tahun 1970-an, H.Mohammad Syafaat Mintaredja,(Ketua Umum Parmusi), Haji Anwar Tjokroaminoto ( Ketua Umum PSII), Haji Rusli Halil (Ketua Umum Perti), dan Haji Mayskur (Ketua Kelompok Persatuan Pembangunan di DPR).
“Dengan hasil gabungan dari partai-partai besar berbasis Islam itulah,PPP sejak awal berdirinya memproklamirkan diri sebagai “Rumah Besar Umat Islam”,pungkas Nelson. (Sulduk).