Puan Tak Layak Minta Disambut Saat Berkunjung ke Daerah

 Nasional

 

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga

JAKARTA (Tilongkabilanews.id)- Ketua DPR RI,Puan Maharani menunjukan ketidaksukaannya ketika berkunjung ke daerah tidak disambut gubernur.

‘’Ketidaksukaan Puan itu tentu sangat disayangkan. Sebagai Ketua DPR, tentu aneh bila Puan masih berharap disambut gubernur. Gubernur sebagai eksekutif di daerah tidak punya kewajiban untuk menyambut ketua DPR (legislatif) yang berkunjung ke daerahnya,’’kata Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, di Jakarta, Jum’at (11/2/2022).

Menurut Jamiluddin, Puan tampaknya tidak bisa membedakan seseorang itu sebagi gubernur dan kader partainya. Sebagai kader partai, memang harus menyambut petinggi partainya.

‘’Namun kader tentu tidak harus menyambut seorang Ketua DPR,’’tutur Jamiluddin.

Apalagi lanjut Jamiluddin, di era demokrasi ini, persoalan sambut menyambut seharusnya sudah diminimalkan. Pemimpin itu  bukan untuk dihormati, tapi bekerja untuk kepentingan rakyatnya.

‘’Karena itu, pemimpin yang gila hormat sudah tak layak di negara demokrasi. Pemimpin seperti ini hanya wah di seremonial tapi minim prestasi kerjanya,’’tutur mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta 1996 – 1999

Lagi pula t, pemimpin yang suka disambut umumnya di negara otoroter. Pemimpin bangga dielu-elukan.  Apa ini yang memang dikehendaki Puan ? Kalau itu, Puan tampaknya tak cocok menjadi pemimpin  di era demokrasi,’pungkas Jamil.(Lili).

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Comments are closed.