
Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono menerima penganugrahan dari Ketua Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) Donny Yoesgiantoro dengan disaksikan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang berlangsung di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta
JAKARTA (Tilongkabilanews.id)– Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali meraih predikat Badan Publik Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023 yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat (KI Pusat). Capaian Badan Publik Informatif ini merupakan yang ketiga kalinya secara berturutturut sejak 2021 silam. Artinya, Kemendag mempertahankan predikat tersebut selama tiga tahun berturut-turut.
Penganugerahan tersebut diserahkan Ketua KI Pusat Donny Yoesgiantoro secara langsung kepada Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono dengan disaksikan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.
Acara tersebut berlangsung di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta kemarin, Selasa (19/12/2023). Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan, keterbukaan informasi publik adalah unsur esensial dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan penentu keberhasilan program-program reformasi birokrasi. Transparansi informasi adalah jalan untuk merawat demokrasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tingkat kepatuhan badan publik dalam melaksanakan keterbukan informasi publik juga semakin baik. Indikasinya adalah jumlah badan publik yang menyandang predikat informatif bertambah signifikan.
“Tercatat hanya 15 badan publik yang mendapatkan predikat informatif pada 2018 silam. Pada 2023 ini, jumlah badan publik yang mendapatkan predikat informatif melonjak menjadi 139 badan publik,” imbuh Wapres Ma’ruf Amin.
Wapres Ma’ruf Amin menegaskan, persoalan kebocoran data di beberapa badan publik merupakan isu serius yang harus menjadi perhatian bersama. Urgensi perlindungan data pribadi semakin tinggi karena data pribadi sangat rentan disalahgunakan.
Di tempat terpisah, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyambut baik capaian ini. Ia menerangkan, Badan Publik Informatif merupakan predikat tertinggi dalam hasil penilaian monitoring dan evaluasi (monev) keterbukaan informasi publik. Penghargaan ini merupakan wujud keterbukaan dalam pelayanan informasi publik yang ditunjukkan Kemendag
“Kemendag mampu mempertahankan predikat Badan Publik Informatif pada tahun ini dengan nilai 95,34. Hal ini merupakan bentuk konsistensi kinerja pelayanan informasi publik melalui inovasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Mendag Zulkifli
Mendag Zulkifli menyatakan, predikat Badan Publik Informatif ini membuktikan upaya dan komitmen Kemendag untuk menjadi badan publik yang memenuhi kewajiban penyediaan dan pelayanan informasi publik yang akurat, serta mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi secara baik dan efisien. Hal ini dilakukan agar mudah diakses serta memenuhi hak setiap orang atas informasi publik.
“Kemendag berkomitmen menjaga dan terus meningkatkan capaian ini di masa mendatang. Predikat Badan Publik Informatif ini merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2021,” ujar Zulkifli Hasan.
Mendag Zulkifli menjelaskan, Kemendag telah meraih predikat Badan Publik Informatif sejak 2021. Kementerian Perdagangan mendapatkan nilai 93,07 pada 2021 dan meningkat menjadi 98,82 pada 2022.
Komisi Informasi Pusat (KI Pusat), Donny Yoesgiantoro menyatakan, badan publik yang meraih predikat informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023 jumlahnya meningkat dibandingkan pada 2022. Tercatat sebanyak 139 badan publik meraih predikat informatif pada 2023, sedangkan pada 2022 hanya 122 badan publik yang mendapatkan predikat informatif.
“Sebanyak 139 badan publik dari 369 badan publik yang dilakukan penilaian monev pada tahun ini mendapatkan predikat informatif. Artinya, 37,7 persen badan publik telah mendapatkan predikat informatif. Jumlah tersebut telah melampaui target rencana pembangunan jangka menengah nasional, yaitu 90 badan publik informatif,” ujar Donny.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Kemendag.
“Tentunya saya mengapresiasi seluruh jajaran Kemendag yang telah mewujudkan pentingnya keterbukaan informasi publik dan tata kelola pemerintah yang lebih bersih, transparan, efektif dan efisien, akuntabel, serta terpercaya,” imbuh Veri.
Veri menyatakan, inovasi yang digulirkan Kemendag terkait keterbukaan informasi adalah pemutakhiran tampilan situs web Kemendag dan situs web unit kerja Eselon I di lingkungan Kemendag yang memiliki fitur disabilitas, serta mengadopsi teknologi, dan keamanan yang semakin mumpuni. Selain itu, Sistem Help and Resolve (HERO) dikembangkan menjadi layanan pusat bantuan terintegrasi di Kemendag yang sudah tersertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015.
Kata Veri lebih lanjut, publik akan mendapatkan layanan secara efektif dan efisien melalui HERO Kemendag sesuai dengan kategori layanan yang dibutuhkan. Misalnya, permohonan informasi, pelayanan pengaduan konsumen, layanan data dan sistem informasi, permintaan data ekspor dan impor, serta berbagai layanan publik dan layanan internal lainnya.
“Selain itu juga, sejalan dengan semangat simplifikasi sistem layanan, Kemendag menyediakan data perdagangan dalam portal Satu Data Perdagangan melalui dasbor data perdagangan yang terbagi aksesnya secara publik atau secara mandiri. Tidak hanya itu, Kemendag melakukan integrasi perizinan ekspor dan impor (single subimission) dengan Sistem Indonesia National Single Window (INSW) untuk menunjang percepatan layanan berusaha pada 2023,” jelas Veri.
Veri mengungkapkan, Kemendag juga melakukan integrasi single submission untuk perizinan sektor perdagangan dalam negeri yang sebelumnya melalui Sistem Informasi Perdagangan Terpadu (SIPT) ke dalam sistem Online Single Submission–Risk Based Approach (OSS RBA). Hal tersebut dilakukan untuk tujuh perizinan berusaha resiko dan tujuh perizinan berusaha untuk menunjang kegiatan usaha (PB UMKU).
“Kemendag berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dan para pemangku kepentingan dengan berbagai inovasi untuk memberi kemudahan bagi masyarakat mendapatkan informasi di sektor perdagangan. Kemendag juga terbuka menerima kritik, saran, dan masukan yang bersifat membangun demi perbaikan bersama,” pungkas Veri. (Lili)