Anies Tak Dipilih Warga NU, Prosedur Surveinya Layak Dipertanyakan

 Nasional

 

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga

JAKARTA (Tilongkabilanews.id)-Berdasarkan kegiatan survei yang dilakukan salah satu lembaga survei yang menyatakan hasil survei tersebut menyebutkan warga NU tidak memilih Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024. Karena itu, hasil survei seperti itu layak dipertanyakan. Pada kegiatan survei itu disebutkan hasilnya kalau warga lebih memilih Prabowo Subianto, Erich Thohir, dan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024.

 ‘’Hasil survei tersebut diragukan, karena selama ini Anies tidak ada masalah dengan warga NU. Bahkan NU di Jakarta punya hubungan baik dengan Anies,’’ujar Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga di Jakarta, Jum’at (28/1/2022).

Lanjut Jamiluddin, baru-baru ini Anies juga ke Malang dan bertemu dengan tokoh NU Jawa Timur. Ini artinya Anies punya hubungan baik dengan NU di Jawa Timur yang merupakan basis terbesar NU. Demikian juga hal yang sama tambah Jamiludin, terlihat di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

‘’Ini membuktikan kalau Anies terlihat tidak pernah bermasalah dengan warga NU. Jadi, kalau Anies sama sekali tidak dipilih warga NU untuk capres 2024 ada kemungkinan kesalahan pada prosedur survei yang digunakan.Prosedur yang dimaksud, ucap dia yaitu berupa pertanyaan (instrumen) yang digunakan dan cara memperoleh sampelnya,’imbuh Jamil.

Menuru Jamil, kemungkinan  kuesionernya atau pertanyaan yang diajukanya itu bisa saja tidak reliable, sehingga tidak mengukur apa yang mau diukur. Kuesioner seperti ini dengan sendirinya menghasilkan survei yang bias.

Cara memperoleh sampelnya (sampling) juga perlu dicek. Apakah benar prosedur mengambil sampelnya benar-benar sesuai cara samplingnya ?

 Terkait sampelnya, ujar Jamil perlu juga diketahui apakah representatif dan presisi tinggi. Kalau dua hal ini tidak terpenuhi, maka hasil survei tersebut tidak dapat digeneralisasikan.

‘’Dua hal itu menjadi kekuatan survei. Kalau dua atau salah satu dari dua hal itu lemah, maka hasil survei dengan sendirinya menjadi invalid. Hasil yang invalid, berarti hasil survei itu tidak layak dipercaya,’pungkas  Dosen Metodologi Penelitian Komunikasi ini. (Lili).

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Comments are closed.