Tenaga Pengiris Kain Sulaman Karawo Masih Kurang, Dekranasda Provinsi Gorontal akan Beri Pelatihan

 Ekonomi

 

Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo, Fima Agustina (tengah), memberikan arahan pada kunjungan kerja ke Sentra Karawo Desa Bendungan, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, (Foto : Haris).

BONEBOL(Tilongkabilanews.id)- Mengiris kain merupakan langkah awal menyulam karawo. Proses ini dilakukan dengan membuat lubang untuk tempat menyulam benang pada kain sesuai dengan motif karawo yang sudah ditentukan. Sementara ini keberadaan tenaga pengiris kain sulaman Karawo sendiri, seperti yang ada di Desa Bendungan, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango masih kurang.

Terkait masih kurangnya tenaga pengiris kain sulaman karawo tersebut, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo terpanggil untuk menggelar pelatihan khusus bagi tenaga pengiris.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo, Fima Agustina mengungkapkan dari 30 perajin yang ada di Desa Bendungan ini, hanya ada dua tenaga pengiris.

‘’Karena itu Dekranasda Provinsi Gorontalo akan berkolaborasi dengan Kabupaten Bone Bolango membuat pelatihan tenaga pengiris untuk meningkatkan produksi perajin karawo di Desa Bendungan,’kata Fima pada pertemuan dengan perajin di Sentra Karawo Desa Bendungan, baru-baru ini.

Rencana pelatihan tenaga pengiris kain sulaman ini, Fima berharap  segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah dan Dekranasda Kabupaten Bone Bolango dengan mengajukan permohonan ke Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan, serta Dekranasda Provinsi Gorontalo.

“Ini bukan janji, kami hanya menunggu permintaan. Jika suratnya sudah kami terima, insya Allah tahun ini juga pelatihannya bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Pada pertemuan itu Fima juga menjelaskan tentang pembentukan Koperasi Dekranasda yang memiliki falsafah kemakmuran dan kesejahteraan untuk anggota. Ia berharap seluruh perajin karawo di Desa Bendungan untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Koperasi Dekranasda.

“Dengan ketersediaan dana yang ada, koperasi bisa memberikan modal bagi para anggotanya. Jika perajin karawo, modalnya bisa berupa kain, benang, maupun kegiatan pelatihan agar lebih terampil,” tutup Fima.(Azis)

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Comments are closed.