Setelah Datang ke Indonesia, Delegasi DDWMC Antusias untuk Sukseskan IndoWood Expo 2025 Surabaya

Delegasi Dongguan Dalingshan Woodworking Machinery Chamber of Commerce (DDWMC) yang dipandu dari HIMKI saat mengunjungi salah satu pabrik mebel anggota HIMKI di Jawa Timur

 

Delegasi Dongguan Dalingshan Woodworking Machinery Chamber of Commerce (DDWMC) yang dipandu dari HIMKI saat mengunjungi salah satu pabrik mebel anggota HIMKI di Jawa Timur

SURABAYA(Tilongkabilanews.id)-Rencana penyelenggaraan Pameran IndoWood Expo 2025 yang bakal digelar Juni tahun ini di Surabaya, Jawa Timur  mendapat sambutan luar biasa dari pelaku industri permesinan kayu dan furniture  asal China yang tergabung dalam organisasi bisnis Dongguan Dalingshan Woodworking Machinery Chamber of Commerce (DDWMC). Sambutan luar biasa tersebut juga datang dari pelaku industri mebel dan kerajinan yang tergabung dalam HIMKI (HImpunan Industri Mebel dan Keajinan Indonesia).

Bacaan Lainnya

Hal itu diugkapkan Direktur PT Karya Anugerah Gemilang,Antonius Suhandoyo, salah satu pengusaha mebel Indonesia yang hadir pada acara jumuan makan malam bersama delegasi DDWMC yang melakukan kunjungn ke Indonesia, di Diamond Hill, Citraland Surabaya,kemarin.

‘’Delegasi DDWMC yang datang ke Jawa Timur itu adalah para produsen permesinan kayu dan furniture asal China. Kedatangan mereka ke Indonesia, tepatnya Jawa Timur ini untuk mengetahui jenis permesinan yang banyak dibutuh para pelaku industri mebel dan kerajinan di Indonesia,’’ujar Antonius ketika berbincang dengan wartawan Tilongkabilanews.id,Jum;at(10/1/2025).

 Pria yang memilik hobi renang, fotografi, aeromodelling, RC Model  ini lebih lanjut menuturkan para pengusaha permesinan kayu dan furnitur asal China itu setelah mendengar langsung dari pengusaha mebel dan kerajinan di Jawa Timur yang hadir pada acara jamuan makan malam tersebut, mereka antusias untuk mensukseskan penyelenggaraan pameran Indo Wood Expo 2025 dengan membawa mesin-mesin tercanggihnya yang dibutuhkan pengusaha mebel dan kerajinan Indonesia.

Menurut Antonius, setelah dirinya mendengar dan melihat langsung ke industri permesinan kayu dan furniture ketika melakukan lawatan ke China baru-baru ini, ternyata mesin-mesin yang dibuatnya itu betul-betul canggih dan bisa diandalkan dalam meningkatkan kapasitas produksi dengan tepat waktu dan presisi.

‘’Dengan menggunakan mesin yang canggih ini akan berdampak terhadap efisiensi dalam berproduksi, sehingga produk mebel maupun kerajinan buatan industri mebel dan kerajinan Indonesia pun  akan memiliki daya saing tinggi di pasaran,’’kata pria penyuka warna favorite biru itu.

Dia menambahkan, dengan meningkatnya daya saing tersebut berarti produk mebel dan kerajinan buatan industri dalam negeri banyak diminati konsumen, sehingga  target penjualan mebel dan kerajinan sebesar 5 miliar Dollar AS bisa tercapai.

Terkait komitmen dan dukungan delegasi DDWMC yang bakal memboyong mesin-mesin tercanggih buatannya itu di pameran Indo Wood Expo 2025, kata Antonius mendapat sambutan hangat dari pengusaha mebel dan kerajinan yang hadir di acara  jamuan makan malam tersebut.

‘’Para pengusaha mebel di Jawa Timur yang hadir diacara pertemuan  dengan delegasi  DDWMC begitu antuias ingin membeli mesin buatan industri permesinan asal China, setelah mendapatkan informasi atau penjelasan langsung dari  pelaku industri permesinan kayu dan furniture asal China , baik mengenai kualitas, harga dan suku cadangnya,’’tuturnya.

Pada acara pertemuan itu,kata Antonius,pihak pelaku industri pemersinana asal Negeri Tirai Bambu menjelaskan, mesin yang buatnya itu merupakan generasi terbaru, sehingga kecanggihannya pun tidak perlu diragukan. Demikian soal harga yang ditawarkannya pun sangat terjangkau oleh pelaku IKM(Industri Kecil dan Menengah)  yang bergerak di sektor industri mebel dan kerajinan.

Mengenai suku cadang, pelaku industri  permesinan asal China ini menjamin ketersediaan barangnya, karena mereka sendiri yang membuat  komponen suku cadangnya.

‘’Saya mendapat kabar ada pengusaha mebel di Jawa Timur sudah menggunakan mesin buatan industri permesinan kayu dan furniture asal China melalui agency bukan langsung dari pabriknya. Ini tentunya harganya pun lebih tinggi dari harga pabrik,’’ucapAntonius.

  Antonius mengatakan pada saat pertemuan tersebut mengemuka terkait bahasa yang tertara dalam katalog atau buku panduan maupun di body mesin  yang menggunakan Bahasa Mandarin. Karena tidak semua pengusaha mebel di Indonesia mengerti dan memamahami  Bahasa  Mandarin.

‘’Pada kesempatan itu pihak pelaku industri permesinan asal China setuju untuk menggunakan Bahasa Inggris,baik di katalog, buku panduan  maupun dibody mesin yang dibuatnya,’’ujar dia.

Kata Antonius, dengan digunakannya mesin yang canggih dan handal ini, berarti pengusaha Indonesia dalam menngeluti bisnis di sektor industri mebel maupun kerajinan jangan tanggung-tanggung atau setengah-setengah, melainkan harus serius dan optimal, karena didukung oleh keberadaan mesin tercanggih yang digunakannya.

Suasana makan malam bersama antara delegasi DDWMC dan HIMKI di Diamond Hill, Citraland Surabaya.

Menurut Antonius kehadiran pelaku industri permesinan asal China di pameran Indo Wood Expo 2025 di Surabaya  pada Juni pertengahan tahun ini merupakan moment yang baik bagi industri mebel dan kerajinan Indonesia.

Untuk itu, kata  Antonius, dirinya  meminta kepada pengurus DPD HIMKI  di daerah agar menggiirng para anggotanya datang ke acara pameran tersebut, sehingga bisa melihat dan menyaksikan langsung kecanggihan mesin yang dibutuhkan para  pengusaha mebel dan kerajinan di Indonesia.

Sementara  pertemuan antara pengusaha dua negara yang dikemas dalam acara makan malam bersama diselenggarakan oleh Mr. Li Yangguan dari PT Sunmight Milling Material selaku tuan rumah. Mr. Li Yangguan  sendiri menyambut tamu-tamunya dengan hangat. Perusahaan ini, yang merupakan produsen ampelas asal China dengan pabrik di Surabaya, menjadi salah satu saksi penting dari upaya mempererat kerja sama lintas negara dalam industri furnitur dan mesin perkayuan.

Kehadiran delegasi DDWMC di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju pameran IndoWood Expo 2025. Pameran ini diharapkan menjadi ajang penting yang mempertemukan inovasi teknologi terbaru dengan kebutuhan industri furnitur dan kerajinan Indonesia.

Delegasi DDWMC Selama lima hari penuh dipandu oleh tim Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) untuk mengunjungi sejumlah pabrik furnitur dan kerajinan.

Kunjungan ke sejumlah pabrik di furntur tersebut dipimpin Ketua Delegasi HIMKI sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan, Veronika R. Anggraini beserta tim HIMKI terdiri dari para pemimpin yang mewakili berbagai bidang strategis. Di antaranya Antonius Suhandoyo, Wakil Ketua Umum Bidang Produksi dan Sumber Daya Manusia; Aron Yongky, Bidang Bahan Baku; Peter S. Tjioe, Bidang Inovasi; Muhaimin, Wakil Ketua Bidang Organisasi; dan Glenn Candranegara, Ketua Bidang Rekayasa Teknologi dan Standarisasi Proses Produksi. Dari sekretariat HIMKI, turut hadir Maulana dan Fithria Abdullah.(Lili).

Pos terkait