
Direktur Perum BULOG, Budi Waseso ketika berbincang-bincang dengan wartawn yang tergabung dalam Forwabul (Forum Wartawan Bulog), di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Kamis (2/2/2023).
JAKARTA (Tilongkabilanews.id)-Management Perum BULOG terus berupaya mengubah citra BULOG sebagai perusahaan BUMN yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.Pasalnya selama ini dikenal kalau beras BULOG itu rendah mutu, berkutu dan bau.
‘’Namun sejak saya dan direksi lainnya ditugaskan pemerintah untuk menata BULOG yang hampir 5 tahun, Alhamdulillah citra BULOG sekarang ini lebih baik,’ujar Direktur Perum BULOG, Budi Waseso ketika berbincang-bincang dengan wartawn yang tergabung dalam Forwabul (Forum Wartawan Bulog), di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Kamis (2/2/2023).
Lanjut Budi Waseso, sekarang ini beras yang disimpan di gudang BULOG tidak ada lagi yang berkutu. Demikian juga beras BULOG sekarang ini tidak bau. ‘’Padahal ketika saya masih berdinas di Kepolisian selalu mendapatkan jatah beras setiap bulannya yang berasal dari BULOG itu, diketahui banyak kutu berasnya dan bau. Tetapi sekarang ini, kami para direksi beserta jajaran BULOG mampu memproduksi beras yang berkualitas baik, tidak berkutu dan tidak bau,’kata Budi Waseso.
Budi Waseso mengemukakan, upaya management BULOG mampu memproduksi beras yang berkualitas itu, tidak terlepas dari ketersediaan infrastruktur yang dimiliki BULOG.
‘’Infrastruktur yang dimiliki BULOG untuk menunjang dalam produksi beras yang berkualitas itu,dengan kondisi peralatan yang modern, yaitu baik berupa mesin penggilingannya dan alat pengeringnya. Selain itu ditunjang juga ketersediaan cello yang mampu menampung gabah dengan kapasitas banyak,’’imbuh Budi Waseso.
Budi Waseso menambahkan, jika ada beras di gudang BULOG mulai turun mutunya, pihak jajaran BULOG mengambil tindakan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu beras tersebut dengan menggunakan peralatan yang modern dan canggih yang dimiliki BULOG sekarang ini.
Pada kesempatan itu, Budi Waseso mengemukakan, BULOG terus melakukan terobosan dalam rangka menjaga citra beras BULOG yag berkualitas dan tidak berkutu serta tidak bau.
‘‘Terobosan yang dilakukan BULOG, yaitu beras yang disimpan di gudang tidak boleh lebih dari empat bulan dan beras tersebut harus segera dilepas ke pasar. Strategi seperti ini mampu menjaga kelancaran stok antara beras yang diserap BULOG dengan beras yang digelontorkan ke pasar,’’jelas dia.
Budi Waseso menambahkan, kebijakan penyimpanan beras di gudang tidak boleh lewat dari empat bulan, semata-mata untuk menjaga kualitas beras itu tetap terjaga dalam kondisi baik.
‘’Kalau beras itu tetap dipertahankan dalam waktu lama lebih dari empat bulan, dikhawatirkan akan terjadi penurunan mutu. Selain itu juga kalau tetap tersimpan di gudang dalam waktu lama, tentunya akan menambah biaya operasional unuk merawat beras tersebut,’’ucap Budi Waseso.
Pada pertemuan dengan wartawan anggota Forwabul itu, Budi Waseso mengatakan, petani sekarang tugasnya hanya memproduksi gabah saja. Sementara mengenai proses mulai pengeringan, penyimpanan hingga produksi menjadi beras, serahkan saja kepada BULOG.
‘’Petani sekarang tidak usah repot memikirkan bagaimana mengeringkan gabah, sementara cuaca tidak mendukungnya dalam proses pengeringan, karena musim hujan. Selain itu, petani tidak usah repot memikirkan proses produksi menghasilkan beras. Itu semuanya serahkan saja kepada BULOG dan BULOG yakin mampu memproduksi beras yang berkualitas,’’pungkas Budi Waseso. (Lili).