
Suasana Rapat evaluasi terkait Inflasi Gorontalo dipimpin Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Wali Kota Gorontalo, di Ruang Otanaha Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Gorontalo, Senin (8/1/2024). Foto – Alfred
GORONTALO(Tilongkabilanews.id) –Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya minta saran dan masukan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Gorontalo agar inflasi di Provinsi Gorontalo tidak terus melonjak.
‘’ Saran dan masukan dari TPID dan BI ini sangat diperlukan dalam mengatasi terjadinya lonjakan inflasi di Gorontalo. Padahal sepanjang tahun 2023 berbagai program kegiatan telah dilakukan pemerintah untuk mencegah naiknya angka inflasi, namun pada akhir tahun 2023, kami merasa kebobolan dengan tingginya inflasi Gorontalo yang mencapai 1,32 persen,’’ujar Penjagub Ismail pada rapat evaluasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Wali Kota Gorontalo, di Ruang Otanaha Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Gorontalo, Senin (8/1/2024).
Lanjut Ismail, apa yang harus dilakukan oleh Pemprov dan Pemkot Gorontalo dalam mengatasi terjadinya lonjakan inflasi di daerahnya. Karena menurut Ismail, kalau hanya pasar murah, pihaknya ini sudah gelar pasar murah, bahkan di Desember itu Pemprov sudah beberapa kali menggelar pasar murah tersebut. ‘’Kami sudah kasih beras bersubsidi ada juga gelaran pangan murah yang digelar Bappenas. Tapi seperti tidak ada pengaruhnya, kita dinilai tidak bekerja sepanjang tahun 2023 diakibatkan melonjaknya inflasi di akhir tahun,” kata Ismail.
Oleh karena itu, Ismail merasa pemerintah harus mengantisipasi hal tersebut di tahun 2024. Itu sebabnya perlu ada perbaikan terhadap metode program kegiatan dan juga pengambilan sampel untuk laporan BPS. Kesepahaman antara Pemda, BI, BPS dan seluruh pihak yang tergabung dalam TPID juga dianggap perlu.
“Seluruh program yang sudah kita jalankan di 2023, di tahun ini juga akan terus kita laksanakan. Tapi perlu ada duduk bersama dulu, kita juga harus memperbaiki metode, fokus kita juga kita ubah. Titik perhatian perlu kita fokuskan pada akhir tahun, agar tidak terjadi lagi jebol seperti tahun ini,” tutu Ismail.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Gorontalo Dian Nugraha menyebut melonjaknya inflasi Gorontalo di Desember juga dipicu oleh kemarau panjang yang melanda Gorontalo sejak Oktober 2023. Hal tersebut menurutnya mengakibatkan penurunan pasokan di daerah. Selain itu dipicu pula oleh kenaikan harga cabai rawit jelang Nataru.
“Memasuki Oktober, November dan Desember kita ketahui bersama akibat dari Elnino ini, saya rasa juga semua daerah merasakan dampaknya, pasokan kita ikut menurun sementara kita bukan daerah produsen, sehingga ketika kita kekurangan dan meminta ke daerah-daerah lain mereka tidak bisa memenuhi karena mereka juga kekurangan,” jelasnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis inflasi Provinsi Gorontalo pada Desember 2023 sebesar 1,32% dari angka nasional 0,41 persen. Sementara inflasi YoY di angka 3,88 persen dari nasional 2,61 persen. (Azis).