Pendeknya Masa Panen Raya Jadi Kendala bagi BULOG untuk Lakukan Serapan Gabah Petani di Dalam Negeri

 Ekonomi

 

Direktur Utama Perum BULOG, Bayu Krisnamurthi didampingi Kepala Bagian Humas dan Kelembagaan Perum BULOG, Andrew Ramadhan Shahab pada saat silaturahami dengan anggota Forwabul, di Jakarta, Kamis (24/4/2024). Pada saat silaturahmi dengan wartan BULOG tersebut, Dirut BULOG menyampaikan informasi seputar stok beras yang ada di gudang BULOG dalam rangka serapan gabah maupun beras yang ditugaskan pemerintah kepada BULOG.

JAKARTA(Tilongkabilanews.id)- Direktur Utama Perum BULOG, Bayu Krisnamurthi mengungkapkan pendeknya masa panen raya petani  di dalam negeri menjadi kendala tersendiri bagi perusahaan BUMN pangan yang dikomandonya dalam penyerapan beras maupun gabah yang ditugaskan pemerintah. Karena dengan masa panen raya petani yang singkat itu telah menyebabkan seretnya BULOG dalam melakukan penyerapan beras maupun gabah dari petani.

‘’Saat ini April 2024, BULOG sendiri baru penyerap gabah dari petani Indonesia sebanyak 633 ribu ton atau setara 329 ribu ton beras.  Adapun jumlah stok beras yang ada di gudang BULOG saat ini termasuk pengadaan yang berasal dari petani di dalam negeri sebanyak 329 ton itu, jadi total keseluruhan  mencapai 1,457 juta ton,’’ujar Bayu pada acara silaturahmi dengan anggota Forum Wartawan BULOG (Forwabul), di Kampus BULOG Corporate University, Jakarta, Kamis (25/4/2024).

Lanjut mantan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) di era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono itu menjelaskan, akibat pendeknya masa panan raya petani atau waktu bersamaan masa panen padi dalam jumlah banyak itu telah menyebabkan semua petani berebut untuk masuk gabahnya ke BULOG atau penggilingan lain.  Karena itu dengan jangka waktu panen raya yang pendek ini telah menimbulkan kendala terhadap mesin pengering di penggilingan padi.  Maksudnya terjadiknya kendala di mesin pengeringan di penggilingan itu, dikarenakan para petani dan pengusaha pertanian saling berebutan untuk mengeringkan gabah hasil panennya.  

“Karena pada saat yang sama mataharinya masih ada dan tiada. Jadi semua berusaha masuk ke drying yang dimiliki oleh Bulog atau mitra Bulog. Jadi antrean panjang,” tutur  Bayu. 

Kendala berikutnya, terkait pengadaan pupuk yang sempat bermasalah sejak tahun lalu. Kondisi tersebut turut membuat kualitas beras tidak sesuai harapan, sehingga tidak bisa dialokasikan ke pasar.  (Lili).

 

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts