Pemulihan Ekonomi Saat Ii Tergantung Sejauhmana Pengendalian Kasus Covid 19  

 Ekonomi

 

Para pembicara yang tampil pada acara webinar yang diselenggarakan Sinarmas Sekuritas dan Sinarmas Asset Management dengan tema “Gaining From Global Disorder”, Rabu (12/1/2022)

 JAKARTA. Kasus Covid-19 varian baru Omicron yang mengalami kenaikan di tengah upaya pemulihan ekonomi tahun 2022 memunculkan pertanyaan mungkinkah ekonomi Indonesia tahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2021?  

‘’Pertumbuhan ekonomi semua negara saat ini sangat bergantung pada pengendalian kasus Covid-19,’’ujar Menteri Koordinator Investasi dan Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pada acara webinar yang diselenggarakan Sinarmas Sekuritas dan Sinarmas Asset Management dengan tema “Gaining From Global Disorder”, Rabu (12/1/2022)

Lanjut Menteri Luhut,Pemerintah Indonesia sendiri saat ii tidak hanya memantau perkembangan kasus penyebaran kasus Covid 19, tapi bergerak cepat dalam penanganan penyebaran Omicron.
“Kita melakukan pengetatan karantina bagi yang melakukan perjalanan dari luar negeri. Pemerintah akan memastikan transmisi lokal tidak terjadi besar, sebab ekonomi kita saat ini sedang mengalami pemulihan dengan berkaca pada proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal 4 2021 mencapai 5%,” terang Menteri Luhut.
Sejalan dengan pengendalian Omicron, Menteri Luhut menambahkan,pemulihan ekonomi dilakukan salah satunya dengan hilirisasi guna memberikan nilai tambah atas komoditas ekspor andalan tanah air.
Tak ketinggalan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif  juga berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi, meskipun diakui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, selama pandemi berlangsung sektor ini menjadi yang paling terdampak.
“Kunjungan wisatawan mengalami penurunan hingga 80% dan membuat kita belajar untuk memanfaatkan digitalisasi. Misalnya, kita tingkatkan pemberdayaan UMKM lewat desa digital hingga Virtual Travel Fair,” ucap Sandiaga.  

Demikian Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong pihaknya
mendukung pariwisata digital. Untuk itu, percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital lewat penyediaan layanan internet di 12.500 desa, kelurahan, serta titik- titik layanan publik terus dilakukan.

‘’Hal ini sebagai bagian dari transformasi digital di sektor – sektor strategis,’’tutur Usman

Tantangan Ekonomi 2022
Advisor Menteri Keuangan Bidang Keuangan dan Keuangan Syariah, Halim Alamsyah mengemukakan ada tiga tantangan yang dihadapi semua negara pada tahun 2022. Pertama, fenomena inflasi dunia yang mengalami kenaikan karena terdisrupsi supply dan demand serta krisis energi.

Kedua, ketidakpastian pasar dalam menyikapi kebijakan the FED. Kemudian, ketiga, perubahan kebijakan the FED.

“Menghadapi situasi ketidakpastian ekonomi global, ketahanan ekonomi sebuah negara benar-benar diuji. Apakah dapat tahan jika ekonomi global terguncang, tentu akan terlihat, dan Indonesia adalah negara dengan fundamental ekonomi yang baik, meski harus diakui negara kita bukan berbasis manufaktur tapi komoditas,” terang Halim Alamsyah.

Menurut Halim Alamsyah,Indonesia diuntungkan pada tingginya permintaan komoditas. Sebab sejumlah negara sedang menghadapi krisis energi. Hal ini terlihat dari kinerja neraca perdagangan yang surplus berikut juga current account deficit (CAD) tidak terjadi, tapi justru surplus. 

Pada tahun 2022, kata Halim, dia merasa yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai rentang 5,2 – 5,8%, asalkan kondisi ideal sebagai berikut tercapai: Pertama pandemi dapat dikendalikan dan masyarakat mencapai herd immunity. Kedua aktivitas produksi mulai normal, konsumsi masyarakat pulih dan mencapai kisaran 5%

Ketiga, Implementasi reformasi struktur mendorong arus investasi masuk. Ke empat, Investasi diarahkan pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor. Kelima, menciptakan lapangan kerja berkualitas(decent jobs).

Direktur Utama PT Sinarmas Sekuritas, Bernard Thien,saat menutup sesi webinar Bernard Thien, mengatakan, pandemi Covid – 19 memberikan tantangan baru, pandangan baru, gaya baru dalam perekonomian Indonesia.

Menurutnya, saat ini berkat kerjasama semua pihak, mulai dari lembaga pemerintah, hingga private sector, perekonomian Indonesia bisa dan dapat bangkit.(Lili).

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Comments are closed.