
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika (kanan) menerima cenderamata dari Government Relations Director Danone Indonesia Rachmat Hidayat (kiri) pada acara peresmian kantor pusat Danone Indonesia di RDTX Place, Jakarta, Senin (13/12).
JAKARTA (Tilongakbilanews.id)- Meskipun di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19, kinerja industri makanan dan minuman (mamin) di dalam negeri gemilang. Bahkan industri tersebut konsisten memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
‘’ Kinerja industri mamin tetap gemilang dan konsisten berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional itu, karena industri tersebut disaat pandemi Covid 19 sebagai sektor kritikal yang tetap dijaga produktivitasnya,’’ Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika di Jakarta, Selasa (14/12/2021).
Lanjut Putu, industri mamin juga merupakan salah satu sektor yang memiliki permintaan tinggi ketika pandemi, karena masyarakat tetap perlu mengonsumsi asupan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuhnya dalam upaya menjaga kesehatan.
Plt. Dirjen Industri Agro menyebutkan, PDB industri mamin tumbuh positif sebesar 3,49% pada triwulan III tahun 2021, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang kembali tumbuh positif menyentuh angka 3,51%. Selain itu, peran industri mamin dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, juga ditunjukkan dengan meningkatnya kontribusi PDB industri mamin terhadap PDB industri pengolahan nonmigas yang mencapai 38,91% pada periode yang sama.
“Sepanjang bulan Januari-September 2021, total nilai ekspor industri mamin mencapai USD32,51 miliar atau meningkat 52% dibanding periode yang sama tahun 2020. Neraca perdagangan industri mamin selama sembilan bulan ini surplus sebesar USD22,38 miliar,” ungkapnya.
Putu mengemukakan, walaupun sektor industri mamin terus menunjukan tren pertumbuhan yang positif, namun pemerintah dan pelaku industri tetap harus bersiap dalam mengantisipasi dan mengatasi tantangan ketersediaan pangan dan energi. Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri mamin merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan pada era industri 4.0.
“Pembatasan kegiatan selama pandemi berpengaruh terhadap lalu lintas barang dan komoditas antar negara yang berdampak pada persediaan pangan, terutama komoditas yang masih banyak impor, sebagaimana disebutkan dalam laporan Food and Agriculture Organization (FAO),” paparnya.
Oleh karena itu, strategi untuk mengatasi tantangan tersebut, diantaranya melalui pembangunan food estate, penyiapan cold storage, dan rantai dingin.
“Pelajaran dari krisis energi yang terjadi di dunia saat ini adalah ketidaksiapan sejumlah negara dalam melakukan transisi dari energi fosil ke energi ramah lingkungan. Kita perlu mengantisipasi agar hal ini tidak terjadi di Indonesia,” imbuhnya
Pada acara Peresmian Kantor Baru PT Danone Indonesia, Plt. Dirjen Industri Agro memberikan apresiasi kepada Danone Indonesia sebagai salah satu grup industri mamin besar di tanah air yang telah ikut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih dari 28 pabrik di bawah Group Danone yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia untuk memproduksi air minum dalam kemasan, minuman ringan, dan susu formula, dengan menyerap tenaga kerja 15.000 orang.
VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto menyampaikan, Danone Indonesia tergerak untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman dan sehat bagi karyawannya, yaitu kantor yang mendukung new ways of working, di antaranya less hierarchy, inovatif dan kolaboratif.(Lili)