Manfaatkan Pasar Digital, Industri Mebel dan Kerajinan Mesti Manfaatkan Teknologi Terbaru

 Ekonomi

 

Ketua Presidum HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia),Abdul Sobur

JAKARTA(Tilongkabilanews.id)- Keinginan dan kebutuhan konsumen telah berubah secara drastis selama setahun terakhir. Maksudnya, konsumen tetap akan selalu membutuhkan furniture maupun kerajinan, namun diperkirakan akan terjadi perubahan cara mereka berbelanja

‘Perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja ini akan menjadi tantangan baru bagi industri  industri mebel dan kerajinan di tanah air,’ujar Ketua Presidum HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia),Abdul Sobur pada acara Webinar’’Kesiapan Eksportir Menghadapi Perubahan Perilaku Konsumen Dunia di Tengah dan Pasca Pandemi’, Selasa (8/3/2022).

Lanjut Sobur, perubahan cara konsumen belanja bukan hanya pengaruh dari kebijakan pembatasan kegiatan dimasa pandemi Covid 19, namun juga kreatifitas dari perusahaan/produsen dalam melakukan penjualan dengan cara memamerkan produk furniture maupun furniture mereka dalam pengaturan yang inovatif dan menarik secara visual.

‘’Upaya itu mereka lakukan dengan menggunakan teknologi canggih seperti Image Scripting, WebAR, dan konfigurator produk, dan terbukti saat ini ssebagian permintaan furnitur datang melalui e-commerce,’’kata Sobur.

Namun disisilain , tambah Sobur banyak produsen yang memiliki brand/merek mendirikan toko online (e-niaga), tetapi sebagian besar dari toko online tersebut dirancang hanya untuk memikat konsumen agar penasaran dan ingin datang langsung ke ruang pamer offline toko.

Webinar’’Kesiapan Eksportir Menghadapi Perubahan Perilaku Konsumen Dunia di Tengah dan Pasca Pandemi’, Selasa (8/3/2022).

Menurut Sobur,agar pelaku industri mebel dan kerajinan ini tetap kompetitif, mereka pun perlu beradaptasi dengan keinginan dan kebutuhan konsumen yang telah mendorong perkembangan beberapa tren yang muncul.

‘’Maksudnya industri mebel maupun kerajinan harus merangkul tren baru dan melepaskan kebiasaan lama. Selain itu, industri  mesti memanfaatkan teknologi terbaru untuk memanfaatkan pasar digital yang berkembang,’’imbuh Sobur.

Pada kesempatan itu, Sobur mengemukakan, ekspor mebel masih menjadi kontribusi terbesar dalam ekspor kelompok mebel dan kerajinan, yaitu mencapai 72,79%, sementara produk kerajinan berkontribusi 27,21%.

Sedangkan pada kelompok produk mebel, kontribusi ekspor terbesar masih tempati oleh produk wooden furniture yakni 56,81% diikuti oleh rattan furniture 6,61% dan metal furniture 3,75%.

‘’Naiknya ekspor produk mebel  asal Indonesia secara signifikan di tahun 2021, dikarenakan adanya lonjakan permintaan pasar AS,’’katanya.

Terjadinya peningkatan permintaan produk mebel ini, ucap Sobur merupakan pengaruh positif dari kebijakan stimulus fiskal pemerintah AS yang cukup efektif dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mendukung pengeluaran masyarakat. Dantaranya untuk keperluan rumah yakni mebel dan kerajinan (home décor) asal impor.

 Selain itu tambah Sobur, adanya kekurangan pasokan mebel dan kerajin dari Tiongkok, dampak terjadinya perang dagang Amerika Serikat–Tiongkok (China–United States trade war), sehingga memaksa AS melakukan shifting order ke negara-negara diluar Tiongkok, antara lain ke Vietnam,  Malaysia, dan Indonesia.

Permintaan pasa AS akan produk mebel dan kerjainan ini menyebabkan membanjirnya order ke Indonesia, kata Sobur. (Lili)

 

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Comments are closed.