Lembaga Pendidikan Vokasi Miliki Peran Penting Hasilkan SDM Industri yang Berdaya Saing

 Ekonomi

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan.

JAKARTA (Tilongkabilanews.id)- Lembaga pendidikan vokasi memiliki peran penting untuk menghasilkan SDM industri yang terampil dan berdaya saing sesuai dengan orientasi kebutuhan pasar saat ini. Terkait kebutuhan SDM industri yang terampil dan berdaya saing tersebut, Kementerian Perindustrian telah menetapkan kebijakan Corporate University yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1009 Tahun 2021, dengan visi dan misi politeknik dan akademi komunitas di lingkungan Kemenperin menjadi penyelenggara pendidikan vokasi industri yang excellence dan berdaya saing global.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan  mengatakan, kebijakan Corporate University ini sebagai bentuk antisipasi dalam upaya menyelesaikan permasalahan vokasi nasional saat ini, antara lain kurikulum yang masih belum selaras dengan kebutuhan industri, pasokan SDM yang belum sesuai dengan kebutuhan dari jurusan yang sesuai dengan kebutuhan, kondisi sarana dan prasarana pendidikan vokasi yang masih belum memadai, serta daya serap lulusan pendidikan vokasi di dunia industri yang masih rendah.

“Dari permasalahan vokasi nasional yang sedang kita hadapi, Kemenperin sangat menyadari bahwa membangun pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri tidak lah mudah, kita harus melakukan penyusunan standar sebagai acuan pembelajaran, ” ujar Arus Gunawan dalam keterangan persnya yang diterima Redaksi Tilongkabilanews,id, Rabu (26/10/2022)..

Upaya lainnya  lanjut Arus adalah membangun kurikulum sesuai kebutuhan dunia industri, menyediakan dosen yang profesional, menyediakan sarana dan prasaran sesuai dengan standar industri, serta melakukan sertifikasi kompetensi bagi para lulusannya.

“Ini merupakan rangkaian yang harus terus dilakukan bersama-sama dengan industri. Sebab, kunci keberhasilan penyelenggaraan pendidikan vokasi adalah kerja sama dengan industri dalam mencetak lulusan yang langsung dapat bekerja di industri,” imbuhnya.

Oleh karena itu, seluruh unit pendidikan Kemenperin agar senantiasa melibatkan pelaku usaha, industri dan asosiasi mulai dari perencanaan, penyusunan kurikulum, kegiatan pengajaran, kegiatan praktek kerja industri, hingga penyerapan lulusan.

Kepala BPSDMI menegaskan, seluruh unit pendidikan vokasi di lingkungan Kemenperin juga agar dapat membangun profesionalitas dan kemandirian dalam rangka mengelola lembaga pendidikan. “Semua unit pendidikan vokasi di lingkungan Kemenperin adalah unit pendidikan yang lahir secara spesifik dan teknis,” terangnya.

Salah satu unit pendidikan Kemenperin yang menjadi unggulan adalah Politeknik AKA Bogor. Kampus yang berdiri sejak tahun 1959 dengan nama Akademi Kimia Analisis (AKA) ini memiliki tiga program studi level D-III, yaitu Analisis Kimia, Penjaminan Mutu Industri Pangan, dan Pengolahan Limbah Industri. Selain itu sudah terdapat program studi Nanoteknologi Pangan untuk tingkat sarjana terapan atau D-IV.

“Saya harapkan Politeknik AKA Bogor senantiasa menjaga kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan kebutuhan industri.  Untuk itu, ayo kita segera berbenah dan mengimplementasikan kebijakan Corporate University dengan bergerak secara cepat untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan dan di akhir tahun ini akan saya monitor kembali target dan capaian dari Politeknik AKA Bogor,” pungkasnya. (Lili).

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Comments are closed.