Inspektur Utama BKKBN Pusat Ari Dwikora Tono secara resmi mengukuhkan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Gamaria Purnamawati Monoarfa, sebagai bunda asuh anak stunting Provinsi Gorontalo. Pada kesempatan itu pula yang turut dikukuhkan sebagai bapak/bunda asuh anak stunting ada Walikota Gorontalo Marten Taha, Penjabat Bupati Boalemo Hendriwan, Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igrisa.
GORONTALO (Tilongkabilanews.id) -Program bunda asuh dan bapak asuh sudah menjadi program nasional BKKBN. Program itu dalam rangka meningkatkan gizi pada anak-anak yang mengalami masalah dalam tumbuh kembang.
” Adapun dalam upaya penurunan angka stunting ini sangat membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat, serta peran pemerintah daerah (Pemda) baik provinsi maupun kabupaten kota, ” kata Inspektur Utama BKKBN Pusat Ari Dwikora Tono saat mengukuhkan secara resmi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Gamaria Purnamawati Monoarfa, sebagai bunda asuh anak stunting Provinsi Gorontalo.. Pengukuhan itu sendidi dilaksanakan di sela sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) peningkatan sinergitas dan kolaborasi pencapaian program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting, yang berlangsung di Kota Gorontalo, kemarin.
Kata Ari Dwikora lebih lanjut BKKBN terus berupaya dengan berbagai cara untuk mencapai target penurunan stunting nasional menjadi 14 persen pada 2024. Namun tanpa dukungan semua elemen masyarakat dan sokongan dana, baik APBN maupun APBD penurunan angka stunting di tanah air tidak akan terwujud.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Gamaria Purnamawati Monoarfa mengatakan, sebelumnya TP. PKK Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kesehatan Provinsi juga telah menginisiasi program Orang Tua Asuh Anak Stunting sejak Agustus 2022.
” Program ini baru dijalankan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Provinsi Gorontalo, ” tutur Gamaria.
Menurut Gamaria pada PKK Program ini dinamakan (GOTAS) Gerakan Orang Tua Asuh Stunting. Sudah berlangsung tapi masih secara pribadi, misalnya kepala dinas kesehatan menganbil berapa anak untuk diintervensi.
” Bahkan kami juga telah membuat rekening untuk OPD yang ingin memberikan donasi membantu anak asuhnya yang terkena stunting”, ucap Gamaria.
Selain Gamaria, pada kesempatan itu pula yang turut dikukuhkan sebagai bapak/bunda asuh anak stunting ada Walikota Gorontalo Marten Taha, Penjabat Bupati Boalemo Hendriwan, Bupati Bone Bolango Hamim Pou dan Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igrisa.. (Uci).