
Gubernur Rusli Habibie didampingi anggota DPRD Fikram Salilama saat memukul pentungan bambu dan diiringi lagu religi saat melepas tradisi warga Kelurahan Talumolo, Kelurahan Tenda dan Kampung Bugis yang menggelar tradisi ‘Kokoo” atau ketuk sahur perdana, Minggu (3/4/2022). Foto – Sodiq
GORONTALO(Tilongkabilanews.id)–Setiap bulan Ramadhan tiba, warga Gorontalo,khususnya warga Kelurahan Tenda, Talumolo dan Kampung Bugis selalu menggelar tradisi ‘Kokoo” atau ketuk sahur perdana. Tradisi ini untuk membangunkan sahur, juga bentuk kebahagiaan karena dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan
Digelarnya tradisi ketuk sahur pada awal Ramadhan 1443 Hijriah yang jatuh pada Minggu (3/4/2022) pun diikuti oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. Digelarnya tradisi ketuk sahur itu sendiri dengan berkumpul mengambil star di depan Rudis Gubernur, Minggu dinihari (3/4/20221). Warga pun berjalan kaki untuk berkeliling sambil memukul pentungan bambu dan diiringi lagu religi ketik membangunkan warga untuk bangun sahur dan memulai ibadah puasa.
“Ini tradisi sudah turun temurun. Tapi kita ketahui bersama bahwa acara seperti ini sejak dua tahun lalu sempat tidak dilaksanakan secara meriah, karena situasi pandemi covid-19. Malam ini dilaksanakan lagi tradisi seperti ini, saya senang, saya bahagia,” kata Rusli saat melepas warga yang ikut ketuk sahur. Ketuk sahur merupakan acara tahunan yang digelar di bulan Ramadan. Pada awal dan akhir Ramadan diselenggarakan lebih meriah.
“Kita patut mensyukuri nikmat ini bahwa kita masih dipertemukan dengan puasa Ramadhan 1443 H. Mari kita jaga terus tradisi ketuk sahur yang dilaksanakan oleh masyarakat saya di kelurahan Tenda, Kampung Bugis dan Talumolo. Kebetulan saya sudah menjadi penduduk kampung Tenda, jadi saya harus ikut serta. Saya lihat persiapan ini sangat maksimal, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua,” ucap Rusli.
Hal senada juga disampaikan Fikram Salilama selaku anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang juga penanggung jawab kegiatan ketuk sahur ini menyampaikan sejarah tradisi ketuk sahur sudah dilaksanakan sejak dahulu kala.
‘’Tradisi Ketuk Sahur ini harus terus dibudayakan, karena menjadi ciri khas tersendiri bagi warga Kelurahan Tenda, Kampung Bugis dan sekitarnya,’’tutur Fikram.
Setelah dilepas oleh gubernur, rombongan berjalan dari rumah jabatan berkeliling kembali sambil membangunkan sahur. Selain orang dewasa, remaja dan anak-anak pun antusiastis dan turut serta membangunkan sahur hari puasa pertama tahun ini.(Azis).