Tingginya Kasus DBD,Masyarakat di Gorontalo Diminta Waspada

 Daerah

 

Masyarakat perlu mengenali nyamuk Aedes Aegypti,penyebab DBD. Nyamuk Aedes aegypti inilah yang menyebabkan penyebaran virus dengue melalui gigitannya ke dalam kulit. Selain virus dengue, nyamuk Aedes aegypti juga membawa virus zika, demam kuning, dan chikungunya. Gigitan Aedes aegypti mengalirkan virus ke pembuluh darah dan kemudian menginfeksi sel sehat tubuh dan uniknya, hanya nyamuk betina yang menyebarkan virus dengue tersebut, sedangkan nyamuk jantan tidak.

GORONTALO(Tilongkabilanews.id)-Masyarakat di Provinsi Gorontalo diminta waspada terkait banyaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Yana Yanti Suleman, Jum’at (30/9/2022) mengemukakan, kasus DBD yang terjadi di Provinsi Gorontalo selama Januari-Juli 2022 mencapai 360 kasus.

‘’Tingginya kasus DBD di daerah kita ini, tentu masyarakat dimohon untuk mewapadainya. Untuk itu, masyarakat agar mencermati gejala-gejalanya , agar tidak terlambat dalam menangani penderita DBD,” kata Yana Yanti.

Lanjut Yana untuk pencegahan agar tidak terkena DBD, masyarakat dapat melakukan seperti melakukan Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik), dengan pemberantasan sarang nyamuk di tempat-tempat umum dan perkantoran.

“3M plus harus dilakukan yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah,” katanya.

Selain itu tambah Yana, warga dapat menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, sebisa mungkin menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk.

“Hal yang paling sering kita lakukan adalah menggantung pakaian di dalam rumah, biasanya nyamuk hinggap di situ. Sebisa mungkin dihindari dulu,” tambahnya.

Sedangkan gejala DBD diantaranya mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, tampak lemah dan lesu, tampak bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik tersebut tidak hilang, serta mimisan pada sebagian penderita.

Pada kesempatan itu, Yana menyebutkan dari 360 kasus DBD di Provinsi Gorontalo dengan rincian sebagai berikut, yaitu  sebanyak 85 kasus terjadi di Kabupaten Gorontalo, 75 kasus di Kabupaten Bone Bolango, 66 kasus di Kota Gorontalo, 57 kasus di Kabupaten Boalemo, 56 kasus di Kabupaten Pohuwato, dan 21 kasus di Kabupaten Gorontalo Utara.

Sedangkan pasien yang meninggal pada periode tersebut sebanyak delapan orang, yang terdiri dari Kota Gorontalo tiga orang, Kabupaten Gorontalo dua orang, Boalemo satu orang, Bone Bolango satu orang, dan Gorontalo Utara satu orang. (Azis).

 

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Comments are closed.