
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo melaksanakan rakor dalam rangka antisipasi secara dini Karhutla di wilayah Kabupaten Gorontalo. Rakor tersebut berlangsung di ruang Titimenga Polres Gorontalo, Kamis (28/7/2022 foto: Kominfo
LIMBOTO(Tilongkabilanews.id) –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo dan Polres setempat lakukan antipasti dini kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah kabupaten tersebut.
Sehubungan dengan itu, Pemkab dan Polres Gorontalo pun melaksanakan rapat koordinasi untuk mencegah terjadinya musibah kebakaran itu. Rapat koordinasi itu sendiri digelar di ruang Titimenga Polres Gorontalo, Kamis (28/7/2022).
‘’Untuk mengantipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan ini tentunnya dinas terkait diharapkan dapat memberikan tentang data hotspot yang dirilis BMKG . Tujuannya agar dapat mengetahui, dimana hotspot yang menjadi penyebab kebakaran,’’ujar Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.
Lanjut Nelson, data hotspot memang sangat diperlukan untuk mengetahui lokasi yang diduga penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Kasus kebakaran hutan dan lahan, ucap Nelson sering terulang. Karena itu, untuk mengatasi jangan sampai kasus kebakaran itu terulang kembali, tentu harus didukung oleh keberadaan data hotspot itu sendiri.
‘’Jika data yang akurat mengenai hotspot sudah dimiliki, Insya Allah kita bisa mengatasinya ,sehingga kebakaran hutan dan lahan bisa dicegah,’’tutur mantan Rektor UNG ini menjelaskan.
Selain itu, Nelson juga mengatakan dalam rangka mengatasi kejadian kebakaran hutan dan lahan tentunya dibutuhkan keterpaduan antara OPD terkait untuk melakukan koordinasi.
“Saya meminta BPBD nantinya melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Lingkungan Hidup dan juga Dinas Pertanian. Koordinasi lintas sektor ini penting, karena biasanya pembakaran hutan dan lahan itu dilakukan oleh petani. Adanya koordinasi ini kita harapkan jika terjadi musibah kebakaran itu bisa diatas secara bersama,’’kata Bupati Gorontalo dua priode itu membeberkan.
Nelson menambahkan, selain perlunya data dan koordinasi lintas sektoral, tentunya yang tidak kalah penting lagi perlu digerakkan SDM secara terpadu baik itu antar pasukan yang ada didesa.
“Saat ini juga kami memiliki Desa Tangguh Bencana(Desa Tagana) dan ini perlu dioptimalkan , sehinggga benar-benar adanya keterpaduan mulai dari desa sampai tingkat kabupaten dalam mengatasi musibah kebakaran hutan dan lahan,’’pungkas Nelson. (Sulduk).