LSM Laskar Macan Asia Gorontalo Sebut Penjagub Ismail Gagal Pimpin Daerah, PERMAHI Nilai Kiritikan Itu Kurang Literasi

 Daerah

 

Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Gorontalo Moh Sahrul Lakoro

GORONTALO(Tilongkabilanews.d)- Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Gorontalo Moh Sahrul Lakoro menilai pernyataan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Macan Asia Provinsi Gorontalo Kamarudin Kasim menyebut Penjabat Gubernur (Penjagub) Ismail Pakaya  gagal memimpin daerah seperti yang dimuat salah satu media daring baru-baru ini menunjukkan yang bersangkutan kekurangan literasi.

“Saya baca pernyataan yang disampaikan Ketua LSM Laskar Macan Asia seperti yang dimuat di salah satu media daring dengan menyebutkan Penjagub Ismail gagal pimpin daerah Provinsi Gortalo dan harus dicopot dari jabatannya, itu tidak ada dasarnya. Pernyataan itu disampaikan oleh yang bersangkutan menunjukkan beliau kurang literasi atau pengetahuan mengenai asas desentralisasi,’’ujar Sahrul,di Gorontalo,kemarin.

Lanjut Sahrul Lakoro,  asas desentralisasi adalah pelimpahan kekuasaan dan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, di mana kewenangan yang bersifat otonom diberi kewenangan untuk dapat melaksanakan pemerintahannya sendiri tanpa intervensi dari pusat.

Karena itu terkait isu keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjadi di Bone Bolango dan Pohuwato baru baru ini, kata Sahrul tidak serta merta menjadi beban Penjagub. Terlebih sampai menilai sebagai bentuk kegagalan sebab tanggungjawab daerah dimulai dari tingkat desa, kecamatan dan bupati. Bahkan ada unsur TNI dan Polri.

‘’Karena itu, terkait isu keamanan dan ketertiban masyarakat  yang baru- baru terjadi di Bone Bolango dan Pohuwato, kita tidak bisa membebankan dan menyalahkan kepada Pj. Gubernur Gorontalo. Alasnnya karena masih ada bupati yang seharusnya berwenang menyelesaikan permasalahan tersebut yang terjadi daerahnya dan tidak dapat intervensi,’’kata Sahrul.

Menurut Sahrul, pernyataan yang disampaikan ketua LSM Macan Asia Provinsi Gorontalo semestinya ditujukan kepada pada bupati atau kepala daerah yang daerahnya kurang kondusif.

‘’Kalau semua persoalan pemerintahan di daerah dan selanjutnya dibebankan kepada gubernur,  lebih baik jangan ada pemilihan bupati/wakil bupati,” tegasnya.

Penjagub Ismail  menurut Sahrul, sudah bekerja maksimal sesuai kewenangannya. Buktinya sejak kantor Bupati Pohuwato dibakar massa  pada 21 September 2023, Penjagub Ismail langsung merespon langsung dengan mendatangi daerah tersebut  empat jam setelah peristiwa terjadinya pembakaran kantor bupati tersebut. Bahkan Ismail pun memilih nginap di Pohuwato dan menggelar rapat bersama Forkopimda dan Pemda setempat pada keesokan harinya.

Selanjut pada 25 September 2023, Penjagub menerima tim dari Kemendagri yang diutus Mendagri untuk mencari informasi terkait kerusuhan di Pohuwato dan pada hari itu juga digelar rapat yang dihadiri semua pemangku kepentingan.

Sahrul menambahkan, Penjagub Ismail tidak tinggal diam dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di Pohuwato itu. Buktinya 18 Oktober 2023 sudah ada solusi, yaitu lahan milik penambang dimana sebanyak 2000 proposalnya itu akan disurvei ulang oleh pihak perusahaan dan tim yang sudah dibentuk.

‘’Karena itu, saya mau tegaskan dan tanyakan kepada Ketua LSM Laskar Macan Asia Provinsi Gorontalo, dimana kegagalan yang dilakukan Penjagub Ismail dalam memimpin daerah Provinsi Gorontalo,?” imbuh Sahrul.

Untuk itu, Sahrul pun meminta kepada LSM yang mengkritik Penjagub Ismail agar memahami dulu apa yang menjadi obyek kritikan. Ia minta  ketua LSM tersebut belajar terlebih dahulu tentang sistem pemerintahan daerah.

“Saya menyarankan agar yang melayangkan pernyataan atau kritik untuk belajar dahulu, apa itu asas desentralisasi? Setelah belajar  baru mengkritik dan jangan sampai bikin malu masyarakat  Gorontalo untuk desak  Mendagri agar mencopot Penjagub,’’pungkas Sahrul. (Azis)

banner 468x60

Author: 

Related Posts