
Penjagub Hamka Hendra Noer memberikan sambutan pada pelepasan kirab bendera memperingati 81 tahun Hari Patriotik, di rumah jabatan wakil gubernur, Jumat (20/1/2023). (Foto: Nova – Kominfotik)
GORONTALO(Tilongkabilanews.id)-Kegiatan kirab bendera dalam rangka memperingati 81 tahun Hari Patriotik 23 Januari bendera tidak dipahami dari aspek seremonial belaka.
‘’Membawa duplikat bendera merah putih yang dikibarkan tanggal 23 Januari 1942 harus dimaknai sebagai spirit nasionalisme di kalangan masyarakat,’’tegas Penjabat Gubernur Hamka Hendra Noer saat melepas kirab bendera dalam rangka memperingati 81 tahun Hari Patriotik 23 Januari, di halaman Rumah Dinas Wakil Gubernur Gorontalo, Jum’at(20/1/2023).
Menurut Penjagub Hamka, rangkaian kegiatan 23 Januari harus bisa membangkitkan rasa cinta tanah air di kalangan anak muda. Perwakilan organisasi yang ada diharapkan menjadi garda terdepan untuk mengibarkan rasa masionalisme di Provinsi Gorontalo.
Semangat patriotik 23 Januari 1942, kata Hamka menjadi pesan penting bagi segenap bangsa bahwa Gorontalo telah lebih dulu merdeka dan menyatakan diri bergabung dengan Republik Indonesia. Pernyataan yang terjadi dua tahun tujuh bulan sebelum Proklamasi Republik Indonesia.
“Dalam kirab ini pak kaban, saya mohon jaga ketertiban dan tolong bendera ini diarak di semua kabupaten kota yang ada. Insyaallah sama sama kita ketemu tanggal 23 Januari nanti di halaman Kantor Bupati Bone Bolango untuk upacara bendera,” imbuh Hamka.
Sementara kegiatan kirab bendera itu diikuti oleh elemen organisasi pemuda, organisasi masyarakat dan organisasi mahasiswa .
Kirab bendera rencananya akan di bawa ke Kabupaten Pohuwato hingga perbatasan dengan Sulawesi Tengah. Berlanjut ke Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo Utara hingga ke perbatasan Sulawesi Utara.
Selanjutnya kirab bendera akan singgah di Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo dan berakhir di Bone Bolango pada malam sebelum upacara bendera.(Uci).